Jaamsumsel.com – Tim patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melibatkan Manggala Agni Daops Sumatera XV/Musi Banyuasin, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melaksanakan patroli serta sosialisasi pencegahan karhutla di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan tinggi akibat cuaca panas dan kondisi sumber air yang mulai berkurang.
Tim patroli terdiri dari Muhammad Yusup selaku ketua tim, Toho Saut Marulitua Hutagalung dari Manggala Agni, Sertu Rock Kameron dari TNI, Aiptu Afrizal dari Polri, serta Ahmad Rifai dari Masyarakat Peduli Api (MPA).
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemantauan titik panas (hotspot), pemetaan kawasan rawan karhutla, pengecekan sarana dan prasarana sumber air, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan hasil pemantauan, tidak ditemukan titik panas (hotspot) di wilayah patroli.
Meski demikian, tim mengidentifikasi kawasan rawan karhutla seluas sekitar satu hektare yang didominasi vegetasi semak belukar dengan jenis tanah gambut. Kawasan tersebut memiliki tingkat potensi kebakaran tinggi, sementara aktivitas masyarakat di sekitarnya didominasi kegiatan berkebun.
Berdasarkan hasil pemantauan kondisi cuaca di Desa Muara Medak, suhu udara tercatat mencapai 31 derajat Celsius pada pukul 10.00 WIB, meningkat menjadi 33 derajat Celsius pada pukul 13.00 WIB, kemudian berada di angka 30 derajat Celsius pada pukul 16.00 WIB. Kondisi cuaca cerah berkabut hingga berkabut menjadi perhatian tim dalam meningkatkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan karhutla.
Selain melakukan pemetaan wilayah rawan, tim juga memeriksa sumber air berupa embung yang berukuran panjang sekitar 10 meter dan lebar 8 meter, dengan kedalaman 80 sentimeter. Namun, tinggi muka air yang tercatat hanya sekitar 20 sentimeter, sehingga diperlukan kewaspadaan dalam mengantisipasi kebutuhan air apabila terjadi kebakaran.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga memberikan sosialisasi kepada warga Desa Muara Medak, termasuk Bapak Sihombing, mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran yang meluas, terutama di kawasan bertanah gambut.
Tidak hanya melakukan pencegahan, tim patroli terpadu turut melaksanakan pemadaman lanjutan di wilayah Dusun V Desa Muara Medak. Berdasarkan laporan lapangan, terdapat lokasi kebakaran di kawasan semak belukar dan tumbuhan pakis pada lahan gambut dengan status api yang dilaporkan belum padam.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kebakaran di lahan gambut berpotensi menyebar di bawah permukaan tanah dan sulit dikendalikan apabila tidak ditangani secara optimal.
Melalui patroli terpadu ini, seluruh unsur yang terlibat terus memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan, pemantauan, sosialisasi, dan penanganan karhutla di wilayah Kecamatan Bayung Lencir.
Tim juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan, segera melaporkan apabila menemukan titik api, serta tidak melakukan pembakaran dalam aktivitas pembukaan lahan.
Dengan meningkatkan sinergi antara Manggala Agni, TNI, Polri, MPA, dan masyarakat, diharapkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Musi Banyuasin dapat ditekan sehingga keamanan lingkungan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.