Kapolda Sumsel menegaskan bahwa toleransi beragama bukan hanya nilai sosial, melainkan instrumen strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas.
“Bagi kami di institusi kepolisian, ketika masyarakat saling menghormati perbedaan, maka potensi perpecahan akan teredam dengan sendirinya. Mari kita terus bersinergi untuk merawat harmoni ini demi mewujudkan Sumsel yang aman bae,” tegas Kapolda.
Penguatan nilai toleransi ini juga berdampak langsung terhadap keberlanjutan predikat Sumatera Selatan sebagai wilayah dengan tingkat konflik sosial yang rendah atau zero conflict, yang menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa pendekatan humanis akan terus dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.